SEKIRO:
SHADOWS DIE TWICE
GAME ACTION-ADVENTURE
DENGAN BUDAYA JEPANG YANG KENTAL DARI PEMBUAT DARK SOULS
Developer(s) FromSoftware
Director(s) Hidetaka
Miyazaki
Kazuhiro Hamatani
Producer(s) Yuzo
Kojima
Takahiro Yamamoto
Designer(s) Masaru
Yamamura
Yuki Fukuda
Programmer(s) Yoshitaka Suzuki
Composer(s) Yuka
Kitamura
Platform(s) Microsoft
Windows
PlayStation 4
Xbox One
Release March
22, 2019
Genre(s) Action-adventure
Mode(s) Single-player
Halo
teman-teman, kali ini kita akan membahas sebuah game yang sedang booming
yang dibuat oleh creator Dark Souls Series, apalagi kalo bukan Sekiro:
Shadows Die Twice. Seperti yang teman-teman ketahui bahwa game ini baru saja rilis 2 bulan lalu dan telah mencapai 2
juta kopi diseluruh dunia! Wow angka yang sangat besar sekali. Disini kita akan membahas apasih yang
membuat game ini digandrungi oleh gamers di seluruh dunia? Kita
langsung kepembahasan.
Game ini bergenre action-adventure dengan sudut pandang orang
ketiga dan hanya tersedia untuk single player tanpa multiplayer, game ini berpusat pada seseorang bernama Wolf atau sering dikenal dengan sebutan ‘The Lone
Wolf’ pada masa kecilnya, Wolf yang tidak bisa membela dirinya sendiri akhirnya diselamatkan oleh seorang Shinobi bernama Ukonzaemon Usui atau sering diseut juga sebagai “Owl”. Owl membersarkan Wolf seperti anak sendiri, Ia juga mempersiapkan
Wolf sebagai seorang Shinobi yang berperan layaknya
seorang mesin pembunuh. Berdiri di bawah seorang tuan muda yang
tengah mengalami situasi genting – Kuro, Owl meminta Wolf untuk bersumpah atas nama kesetiaan.
Bahwa tidak ada lagi yang lebih penting bagi hidup Wolf selain memastikan
Kuro selamat dari apapun ancaman yang harus dihadapi. Sayangnya, Salah satu pihak yang tertarik pada Kuro, The Divine Heir berhasil menculik dan menawannya.
Padang bunga yang dramatis di bawah cahaya rembulan membuka tabir misteri terkait sosok – Genichiro yang memperlihatkan ketertarikan besar pada Kuro.
Namun seperti yang bisa diprediksi, pertarungan pedang penuh dentingan tersebut justru membuat Wolf berujung kehilangan tangannya. Ia dibiarkan tergeletak,
kehabisan darah, di padang bunga yang indah.
sumber: google.com
Lanjut dari sinopsis kita beralih ke gameplay, game
ini menyajikan banyak adegan action keren nan sadis yang mengagumkan, ditambah tingkat kesulitan yang
tinggi membuat banyak gamers jatuh cinta dengan game buatan fromsoftware ini. Karena berlatar era
Sengoku maka Sekiro: Shadows Die Twice memiliki tema berbudaya Jepang yang
sangat kental, tidak hanya tema saja namun game ini juga menyajikan mahluk-mahluk mitologi Jepang lainnya yang
dikemas penuh aksi dan menantang nyali gamers untuk mencobanya.
Cerita dan gameplay yang unik dan keren didukung oleh grafik yang
diracik dengan sangat detail dan menarik membuat game
ini menduduki peringkat 1 dalam game single player yang dimainkan oleh gamers di STEAM yang mencapai 1 juta users.
sumber: google.com
Karena disini kita niatnya mereview permainan
ini, pasti harus objektif dong, lanjut ke kurangan permainan ini.
Jadi kekurangan game ini adalah harganya yang mahal yaitu
sekitar Rp.800.000 membuat gamers
Indonesia harus mengusap dada, namun ini semua sebanding dengan grafis dan kualitas
cerita yang diberikan. Berikutnya adalah English
Voice Acting yang kurang bagus, berlatar belakang era Sengoku Jepang dan bertokoh
utama seorang shinobi membuat English
Voice Acting kurang cocok untuk dimainkan,
namun tenang hal ini bisa diatasi dengan mengganti Voice Actor ke Bahasa Jepang yang lebih cocok. Yak cukup sampai disini
ya teman-teman pembahasan game kita,
sampai ketemu lagi nanti.

Komentar
Posting Komentar